-
Chapter 68
Raven Aksa
08:03,Aug 27,2026
Siluman berkeliaran, dinasti berganti. Yang lemah tak lebih dari rumput liar, yang kuat menggenggam hidup dan mati.
Kenny, seorang pemuda ahli bedah mayat, hidup di antara gunung mayat dan lautan darah, menyaksikan dingin segala kebaikan dan kejahatan di dunia manusia. Ia mewarisi garis keilmuan Badan Pembasmi Siluman. Sejak lahir tubuhnya dilindungi Aura Pembunuh. Siluman mundur begitu melihatnya. Entitas Spiritual pun pucat pasi hanya dengan mendengar namanya.
Namun, ketika di keluarga pejabat kabupaten tiba-tiba muncul seorang "putri palsu" yang wajahnya persis sama, rangkaian kasus ganjil pun meledak. Niat membunuh mengintai di setiap sudut. Dan benang merah kebenaran justru menunjuk pada rahasia yang selama ini tidak ingin Kenny hadapi.
Sebenarnya, dia ini pembasmi siluman… atau justru perpanjangan tangan para siluman?
Masa lalu yang terkubur, bahaya yang bersembunyi dalam gelap. Di saat tabir kebenaran tersingkap, siapa yang benar-benar menjadi pemburu, dan siapa yang hanya menjadi mangsa?
-
-
-
Chapter 3163
Nathaniel Sorrell
08:01,Aug 27,2026
800 tahun yang lalu, seorang legenda Seni Bela Diri mati dibunuh. Ia adalah Zhang Ruochen, putra dari Kaisar Ming. Ia mati di tangan tunangannya sendiri – Permaisuri Chi Yao. Sebagai seseorang yang telah berhasil menaklukkan seluruh kekaisaran di Daratan Kunlun, Permaisuri Chi Yao membangun Pusat Kekaisaran Pertama. Ia menjadi satu-satunya pemimpin negeri yang paling disegani. Hingga akhirnya, Ia mendapat julukan sebagai “Ratu Kemuliaan dan Moralitas.”
Zhang Ruochen hidup kembali setelah 800 tahun. Ia berada di dalam tubuh lelaki muda yang semasa hidupnya menderita penyakit dan tak kunjung sembuh. “Selir Lin”, begitu para Keluarga Kerajaan memanggil nama ibunya di kehidupan yang sekarang. Berbekal dendam terhadap kematian dirinya serta kasih sayang yang ia terima dari seorang Ibu. Zhang Ruochen berdiri dan menatap patung Permaisuri Chi Yao yang berada di luar Kuil Kekaisaran Kuno, seketika api dendam bergejolak di kedalaman hatinya.
“Ibu selalu ketakutan dan gemetar saat aku menyebut nama ‘Chi Yao’ tanpa julukan ‘Permaisuri’. Apa yang telah ia perbuat terhadap para generasi setelahnya, itu memaksaku berlatih kembali selama 13 tahun lamanya. Maka hari ini, aku berdiri di sini tidak lain adalah untuk mengirim wanita itu ke neraka!”