-
Chapter 42
Zaidaa
10:00,Oct 21,2024
Sereia dijuluki si buruk rupa. Seiring berjalannya waktu, si buruk rupa tumbuh dengan luka di hatinya. Akibatnya, dia tidak mengenal cinta. Yang dia tahu, dia hanya harus menyelamatkan hidup ketiga adiknya semenjak ditinggalkan oleh kedua orang tuanya untuk selamanya.
***
Teman-temannya mulai membicarakan salah satu pelacur itu tidak seperti biasanya. Elias masa bodoh. Baginya, semua wanita sama saja. Namun, setelah mendengar tentang si pelacur yang dibicarakan teman-temannya yang ternyata adalah si buruk rupa di sekolahnya dulu, Elias tertarik sebab dia tidak menyangka wanita yang ia kira polos dan begitu bodoh ternyata bisa menjadi sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan. Dia tidak percaya tetapi malam itu...dia jatuh cinta.
***
Elias adalah salah satu luka terbesarnya, satu-satunya alasan dia memutuskan berubah, dan dia berusaha melupakan bedebah itu mati-matian. Ketika mengetahui lelaki itu tertarik padanya setelah mereka menghabiskan malam bersama, dia berusaha menyingkirkannya dari hidupnya dengan segala yang ia bisa. Namun, segalanya malah menjadi jauh dari harapannya.
***
Mengetahui wanita yang dicintainya putus asa, El berusaha memberikan perhatian. Namun, wanita itu tidak bisa percaya pada siapapun lagi. Wanita itu selalu berusaha lari darinya. El bertindak semakin jauh dan tanpa memikirkan perasaan wanita itu hanya demi mendapatkan cintanya dan tidak membiarkannya pergi. Sampai akhirnya, wanita itu tiba-tiba menerimanya. Tetapi itu hanya jebakan supaya dia bisa pergi.
***
"Pergilah sejauh mungkin sampai aku tidak bisa menemukanmu! Tetapi ingatlah, kalau aku menemukanmu lagi, kamu tidak akan bisa lari lagi!"
-
Chapter 171
Lizbeth Lee
14:27,Jul 28,2023
Kimberlie berlari dengan linangan air mata, bukan tidak suka dicium oleh suaminya sendiri. Tapi, bagaimana sih rasanya dicium oleh pria yang mencintai orang lain? Walau sangat menginginkannya dan begitu mendamba tapi tetap saja ‘hancur’. Kimberlie berlari menuju keruangan pribadinya menggunakan tangga darurat agar tidak menjadi pusat perhatian banyak orang. Mengapa begitu banyak drama yang di lalui oleh Kimberlie hari ini.
“Ada apa Nona Kim?” Mathew datang dengan membawa sapu tangan dan memberikannya kepada Kimberlie. Tahun segini, ternyata masih ada menyimpan sapu tangan di saku kemejanya, perlakuan klasik yang manis.
“Aku tidak apa-apa Mathew, apakah kau sudah memakan nasi goreng buatanku?” Kimberlie segera menyeka air matanya dan mencuci wajahnya di wastafel ruangan tersebut. Tidak lupa juga Ia memoles kembali bedak dan make up yang lebih menor dari sebelumnya. Bukan untuk mencari perhatian agar terlihat lebih cantik, sungguh bukan. Polesan ini sengaja untuk menutup wajah sembabnya dan untunglah, tangan lihai itu berhasil menjadikannya terlihat kembali segar, walau jika diperhatikan matanya masih terlihat merah.
“Yah sudah kalau tidak mau cerita, mungkin suatu saat jika Nona sudah percaya kepadaku, datanglah, dengan senang hati saya akan menjadi pendengar yang baik.” Kimberlie terkekeh mendengar penawaran yang luar biasa itu.
“Jangan memanggilku dengan sebutan formal Mathew, biasakan untuk memanggil namaku, aku tidak ingin kau keceplosan saat kita ada di luar sana,” terang Kimberlie lalu berjalan menuju keluar ruangan dan masuk kedalam lift sambil mengangguk sejenak kepada Mathew lalu tersenyum.
Dari jauh Kimberlie bisa menatap wajah tidak suka dari beberapa teman-temannya, terutama Santy. Entahlah, sejak awal bahkan sebelum mengenal Kimberlie saja rasanya ada sesuatu dari tatapan Santy yang seolah, ingin menguburkan wajah Kimberlie kedalam dasar laut hingga tak akan pernah muncul kepermukaan lagi.
“Mohon maaf Kak Santy, saya tadi masih mengukur pakaian say
-
Chapter 485
Ellya
10:21,Nov 01,2020
Setelah menikah dua tahun, Adeline Qiao dipaksa bercerai.
Tepat pada hari perceraian, ia kembali menikah lagi.
Dalam kondisi sepenuhnya sadar, Adeline Qiao mengikat janji suci dengan seorang pria yang belum satu jam dikenalnya.
Adeline Qiao menoleh ke pria tampan di sebelahnya, “Aku rasa kita cerai saja deh? Keputusan ini terlalu konyol. ”
Si pria menjawab: “Bisa jadi kita sangat cocok, coba dulu saja lah.”
Awalnya Adeline bahwa pernikahan ini sangatlah konyol, nyatanya malah mendapat kebahagiaan yang luar biasa.
Di kemudian hari, Adeline Qiao baru tahu identitas pria ini. Dia bukanlah orang biasa!
Dia datang untuk membalas dendam, juga memegang kendali sebuah perusahaan lintas negara. Semua orang sangat hormat padanya. Pria itu awalnya ingin memanfaatkan Adeline Qiao, namun malah jatuh hati padanya.
Adeline Qiao protes: “Dari depan kau tampak seperti seorang gentleman, di belakang ternyata kamu adalah seorang pemangsa yang selalu merasa tidak puas.”
Thiago Huo maju memeluk Adeline Qiao, “Sekarang tidak ada orang, apakah kamu mau “olahraga”?”
------
“Aku mengumpulkan nasib baik seumur hidup hanya untuk bertemu kamu pada waktu yang tepat, Adeline Qiao!”
“Hal paling membahagiakan seumur hidupku adalah tidak melewatkan kesempatan memiliki kamu, Thiago Huo!”